Bunda Paud Kabupaten Cirebon Kunjungi Paud Wijaya Kusuma Dan Paud Wadi Fatimah

Bunda Paud (Pendidikan Anak Usia Dini) Kabupaten Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE mengunjungi Paud Wijaya Kusuma yang berada di Desa Bulak Kecamatan Arjwinangun, Selasa (22/03/2016). Hj. Ayu juga mengunjungi Paud Wadi Fatimah yang berada Jalan. Cideng Raya Kecamatan Kedawung.

Kehadiran Bunda Paud Kabupaten Cirebon di Paud Wijaya Kusuma disambut hangat oleh para pelajar Sekolah Dasar dan  kaum perempuan masyarakat setempat yang memadati tempat acara. Kedatangan Hj. Ayu disambut dengan tari-tarian oleh anak-anak Paud Wijaya Kusuma.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon Drs. H. Asdullah, MM, Kabid Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal Drs. Hermana, Camat Arjawinangun H. Edi Kurniadi, S.Sos, M.Si, Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon Drs. R. Benni Sugriarsa, Kepala Desa Bulak, Muspika Kecamatan Arjawinangun, Kepala UPT dan Kepala Sekolah se-Kecamatan Arjawinangun, Ketua PKK Kecamatan dan Desa serta undangan lainnya.

Banyak kegiatan yang dilakukan dalam kunjungan tersebut. Selain memberikan bantuan uang dan peralatan belajar bagi anak-anak Paud yang diterima langsung oleh Kepala Paud Wijaya Kusuma. Hj. Ayu juga ikut menari batik bersama anak-anak Paud.

Sementara kunjungan di Paud Wadi Fatimah yang dilakukan Hj. Ayu adalah selain memberikan bantuan peralatan belajar dan buku panduan kesehatan, Hj. Ayu juga berinteraksi dengan anak-anak Paud. Didalamnya Hj. Ayu Menjadi bunda bagi anak-anak dengan mengajarkan cara mencuci tangan yang baik dan belajar bersama dengan anak-anak dalam mengerjakan kerajinan menggunting gambar.

Kepala Paud Wijaya Kusuma Ibu Eti menyampaikan gambaran Paud Wijaya Kusuma bahwa paud ini berdiri sejak tahun 2009 berawal dari sebuah kamar kecil dan semakin lama semakin meningkat dan banyak muridnya akhirnya ibu Eti  meminta bantuan kepada Pemerintah Desa untuk bisa menggunakan bangunan yang tidak terpakai untuk diperbaiki dan digunakan sebagai tempat belajar anak-anak Paud.

Dengan segala keterbatasan dan kesedarhanaan  tidak menghalangi semangat bunda-bunda Paud untuk terus mendidik anak-anak usia dini di Desa Bulak.

Dari semangat itu, Paud Wijaya Kusuma sudah meraih prestasi tidak hanya dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi bahkan go internasional  yaitu pernah mewakili menjadi duta guru dan duta anak Indonesia pada kegiatan PECERA (Pacific Early Childhood Education Research Association)  di Korea pada Tahun 2013 yang beraggotakan 140 Negara se Asia Pasific. Disana tidak hanya sebagai penonton tetapi memberikan materi untuk berbagi ilmu tentang betapa pentingnya pendidikan tari tradisional terhadap kecerdasan anak. Dan pada 27 Februari Tahun 2016 Paud Wijaya Kusuma kedatangan tamu dari Pemerintah Korea yaitu KAC (Korea Art Culture) mereka ke sini dan kemungkinan besar Paud Wijaya Kusuma menjadi salah satu pilihan untuk pertukaran guru antara guru korea dengan guru Indonesia.

Saya mohon do’a dan dukungan pihak-pihak terkait supaya Paud Wijaya Kusuma bisa memberikan pelayanan yang terbaik sehingga tidak hanya membawa nama baik Desa Bulak  Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon tetapi bisa mengharumkan Negara Indonesia.

Dalam sambutannya Hj. Ayu menyampaikan bahwa Paud ini  adalah pendidikan awal dan dari paud ini lahir anak-anak bangsa  yang berkarakter, anak-anak bangsa yang mempunyai kemampuan untuk membangun Kabupaten Cirebon pada 20 tahun  yang akan  datang, karena pendidikan paud ini sangat penting sebelum anak-anak kita memasuki sekolah dasar dan sekolah lanjutan ini diawali pendidikan di paud.

Oleh karena itu  Hj. Ayu mengaharapkan kepada bunda-bunda paud yang hadir di sini apa yang sudah dilakukan menjadi ladang di akhirat nanti,  karena Hj. Ayu memahami Pemerintahan Kabupaten Cirebon belum maksimal dalam memberikan perhatian kepada bunda-bunda paud di Kabupaten Cirebon.

Hj. Ayu sebagai Bunda Paud Kabupaten akan selalu memberikan perhatian lebih dan selalu mengingatkan kepada  Bupati Cirebon untuk bunda-bunda paud di Kabupaten Cirebon ini agar lebih diperhatikan lagi.

Salah satu contoh upaya yang dilakukan Hj. Ayu untuk bunda-bunda Paud pada tahun yang lalu ada 160 bundapaud yang mendapat perhatian bantuan keuangan dari Kabupaten Cirebon dan tahun sekarang ada 240 bunda paud yang mendapat perhatian dari Kabupaten Cirebon secara  bertahap dan  kedepan berharap akan terus meningkat sehingga semua bunda-bunda Paud akan mendapat perhatian dari Kabupaten Cirebon.

Hj. Ayu meminta do’a dan dukungan dari bunda-bunda Paud semua yang hadir di sini dan semua bunda Paud yang ada di Kabupaten Cirebon  agar Hj. Ayu mampu dan bisa membawa Kabupaten Cirebon agar menjadi lebih baik lagi, karena Hj. Ayu memahami bahwa bunda-bunda Paud adalah orang-orang yang sangat berjasa karena pendidikan dasar karakter anak bangsa ada di tangan-tangan bunda Paud.

Hj. Ayu memahami banyak sekali tuntutan dari orang tua bahwa anak-anaknya yang dididik oleh bunda-bunda paud harus menjadi anak-anak yang soleh dan pintar. Hj. Ayu mengaharpkan kepada kuwu se-Kecamatan Arjawinganun agar diperhatikan bunda-bunda paudnya yag ada di desa, Karena Bupati Cirebon mengatakan  bahwa bunda-bunda paudnya sudah dititipkan di desa secara bertahap dan muda-mudahan kedepan akan lebih baik lagi.

Hj. Ayu menghimbau dan meminta kepada bunda-bunda Paud  agar bisa menjadikan anak-anak kita menjadi anak yang berkarakter, mempunyai  rasa nasionalisme dan menjadikan anak-anak yang berbudaya karena bangsa ini bisa maju atau mundur karena didikan bunda-bunda Paudnya.

Berkaitan dengan maraknya kejadian pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur, Hj. Ayu berpesan agar menjaga anak-anak kita  dan agar bunda-bunda paud bisa mengajarkan dan memberikan pendidikan kepada anak-anak kita seperti tentang empat bagian-bagian tubuh  yang tidak boleh disentuh sama orang lain sekalipun ayahnya kecuali sama ibunya, sehingga tidak terjadi lagi hal-hal yang seperti itu di Kabupaten Cirebon.  (Bens/Edys,Diskominfo)