DETEKSI DINI KANKER SERVIKS

Dalam rangka kepedulian terhadap wanita dan antisipasi dini akan bahaya kanker serviks, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Kabupaten Cirebon pada Jumat, 21 April 2017 bertempat di UPT Puskesmas Sindanglaut dengan mengangkat tema “Jadilah Kartini Indonesia Yang Perduli Deteksi Dini Kanker Serviks”..
Hadir dalam acara tersebut Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cirebon, Ibu Sekda Kabupaten Cirebon, Jajaran Dinas Kesehatan, jajaran Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cirebon, Kuwu Desa Sigong, Muspika, para pejabat dari BPJS, beberapa organisaspara Kader PKK, para pasien dan undangan.
Acara diawali dengan pengarahan dari Dr. Dwi Sudarmi yang mengatakan bahwa pentingnya pemeriksaan sejak dini IVA ( Inveksi Visual dengan Asam asetat) karena untuk mengantisipasi kanker agar dapat dengan segera diberikan penanganan secepatnya.Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita, semua wanita dari berbagai usia beresiko menderita kanker serviks tapi penyakit ini cenderung mempengaruhi wanita aktif secara seksual. Pada tahap awal kanker serviks tidak memiliki gejala.gejala paling umum adalah pendarahan vagina yang terjadi setelah berhubungan seks, diluar masa menstruasi atau setelah menopouse. Sedangkan IVA atau inspeksi visual dengan asam asetat merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin. IVA merupakan pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan cara melihat langsung leher rahim setelah memberi leher rahim larutan asam asetat 3-5 %. Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan skrining alternative dari pap smear karena biasanya murah, praktis, sangat mudah untuk dilaksanakan dan dengan peralatan yang sederhana serta dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi.
Sedangkan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK dalam sambutannya mengatakan bahwa di Kabupaten Cirebon ada 57 UPT Puskesmas, selalu ada saja 2 atau lebih orang yang terkena kanker serviks dan sudah 26 UPT yang sudah dikunjungi sudah terdapat seratus lebih wanita Kabupaten Cirebon yang terkena kanker serviks dan itupun belum semua laporan yang masuk, tapi saat ini yang menduduki peringkat pertama adalah kanker payudara. Namun dengan adanya edukasi dari sosialisasi melalui UPT tiap rumah sakit dan lain-lain sehingga diharapkan dapat mengerti akan kondisi diri sendiri serta memliki kesadaran untuk langsung memeriksaan diri agar dapat segera terdeteksi dan pemeriksaannya pun gratis namun untuk pemeriksaan kanker payudara biayanya memang relativ mahal. Ibu Bupati juga mengatakan bahwa segera akan dibangun yayasan kanker yang nantinya ada sosialisasi tentang beberapa penyakit kanker khususnya kanker yang rentan menimpa wanita yang tujuannya dapat dilakukan pencegahan, pengedukasian, penguatan dan penguatan ini apabila sudah ada yang sudah terjangkit agar dapat dilakukan secepatnya pengobatan dan memotivasi penderita untuk tidak putus asa dan mau berjuang untuk penyembuhan penyakitnya. Penyakit ini sangat membutuhkan dukungan dan suport baik dari keluarga, teman dan kerabat yang dapat melakukan pendekatan emosional yang lebih baik. (IntAn-Diskominfo)