Ketua Dekranasda Gelar Pelatihan Kerajinan Manik-Manik di Pendopo

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE melakukan pembinaan pengembangan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam Pelatihan Industri Kerajinan Manik-manik yang diikuti para peserta perwakilan kader-kader PKK se-Kabupaten Cirebon, anak-anak muda KNPI, Rabu (24/02/2016) di Pendopo, Cirebon.

Hj. Ayu menyampaikan apa yang kita lakukan pada hari ini dapat diserap oleh kaum ibu-ibu dan anak-anak muda Kabupaten Cirebon, karena beliau sebagai Ketua Dekranasda sangat memperhatikan kerajinan yang ada di Kabupaten Cirebon agar Kabupaten Cirebon ini menjadi kabupaten yang lebih dikenal lagi kerajinannya. Selain itu kita mempunyai kerajinan yang sudah banyak dikenal diantaranya kerajinan batik mega mendung, rotan, kerajinan kerang dan kerajinan-kerajinan lainnya di Kabupaten Cirebon.

Hj. Ayu sebagai Ketua Dekranasda menginginkan kerajinan di Kabupaten Cirebon agar lebih kreatif dan bervariataif lagi. Para kader-kader ini juga bila ada pertemuan kita suka adakan bazar dan dengan palatihan ini bisa terserap ilmu pengetahuan dan pengalaman sehingga bisa menjadikan peluang yang sangat besar bagi para ibu-ibu yang hadir disini dan nantinya bisa diketoktularkan pada yang lainnya.

Kerajinan manik-manik sangat mudah sekali kita buat di rumah. Kita tidak mesti meninggalkan rumah dan kita masih bisa mengurus anak-anak, suami sehingga kita bisa kerjakan di rumah. Dalam pelatihan ini ada kader-kader PKK kita juga sudah ada yang membuat kerajinan manik-manik diantaranya kader PKK Gunungjati yang membuat kerajinan bros dari kerang.

Ibu-ibu yang hadir di sini dan anak-anak muda diantaranya dari KNPI saya libatkan karena saya juga sebagai Wakil Ketua KNPI, sehingga ilmu ini bisa menyebar kepada yang lain atau diketoktularkan pada yang lain.

Ketua Dekranasda akan membantu hasil kerajinan melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon pada saat acara bazar atau pameran, sehingga tinggal dikomunikasikan saja dan kita berupaya bangaimana membuat produk-produk yang semenarik mungkin atau lebih banyak variatifnya.

Hj. Ayu juga menginginkan dengan pelatihan ini kita tidak hanya mendapatkan ilmu dan tidak sampai disitu saja, sehingga ilmu itu akan berkembang dan menjadi salah satu penghasilan tambahan keluarga. Yang artinya kita sebagai istri juga turut membantu perekonomian keluarga dan menjadikan manfaat bagi kita.

Pelatihan ini juga merupakan langkah awal kita supaya perempuan-perempuan Kabupaten Cirebon lebih maju lagi. Hj. Ayu mengharapkan pelatihan yang dilaksanakan dua hari ini ilmunya bisa terserap, sehingga dapat dimanfaatkan dan diketoktularkan kepada yang lainnya, untuk Pemberdayaan Perempuan di Kabupaten Cirebon, sehingga bisa menambah perekonomian dan mensejahterakan keluarga.

Dalam pelatihan ini hadir Kepala Dinas Perdagangan dan Perindutrian Kabupaten Cirebon H. Erry Achmad Husaeri, SH.,MM. dan jajarannya. (Bens, Diskominfo)