Ketua TP PKK Kabupaten Cirebon Buka Seminar Tentang HIV/AIDS

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE membuka Seminar Sehari tentang “HIV/AIDS mematikan, bisa dicegah”. Selasa (19/04/2016).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Kartini yang ke-137 Tingkat Kabupaten Cirebon yang digelar di ruang Nyimas Gandasari, Setda Sumber.

Dalam seminar ini ada yang istimewa buat Hj. Ayu, karena hari ini adalah merupakan Hari Ulangan Tahun Ketua TP PKK Kabupaten Cirebon. Hj. Ayu melakukan peniupan lilin, memotong kue Ultah dan memotong nasi tumpeng di tempat acara. Hj. Ayu juga mendapatkan ucapan selamat dari ibu-ibu yang menghadiri seminar tersebut.

Seminar ini dihadiri oleh Wakil Ketua 1 TP PKK Kabupaten Cirebon Ny. Hj. Darini Tasiya Soemadi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon H. Moh. Sofyan, SH.,MH dan dihadiri oleh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Cirebon, para Ketua Organisasi Wanita, para Camat, perwakilan OPD serta undangan lainnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Cirebon Hj. Ayu menyampaikan sampai saat ini kasus HIV/AIDS merupakan penyakit yang menakutkan, padahal kenyataannya tidak demikian karena HIV/AIDS bisa dihindari dan bisa dicegah dengan berperilaku sex yang sehat, setia kepada pasangannya masing-masing dan tidak mengakses narkoba suntik secara bergantian dari yang sudah terinfeksi virus HIV.

Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Cirebon ditemukan sejak Tahun 2000 dengan kasus 3 orang dari wanita Pekerja Sek Komersial (PSK) dan ketiganya sudah meninggal dunia. Dalam kurun waktu 15 tahun total kasus sampai Tahun 2015 sebanyak 1.143 dan perlu diketahui kasus ini hanya yang terperiksa. Artinya masih banyak kasus-kasus yang belum kita temukan, hal ini karena HIV/AIDS bagaikan fenomena gunung es, Hj. Ayu Yakin kaki gunung es ini sangat besar kenyataannya sehingga ini merupakan tantangan kita semua untuk andil dalam penanggulangannya.jadi bukan hanya tanggung jawab jajaran kesehatan.

Hj. Ayu Mengatakan menurut WHO (World Healt Organization) bahwa jika menemukan satu kasus artinya masih ada 200 kasus HIV/AIDS yang harus dicari dan ditemukan. Jika tadinya 1.143 maka sebetulnya di Kabupaten Cirebon ada sekitar 228.600 kasus, sungguh ini adalah hal yang mengerikan dan merupakan tantangan yang harus kita tuntaskan.

Tren kasus saat ini terjadi pada Ibu rumah tangga dan tentunya didalamnya ada ibu hamil yang merupakan mata rantai penularan kepada anak-anaknya. Kasus HIV/AIDS perempuan saat ini mencapai 60% atau sebanyak 685 orang dan kasus tertinggi di usia produktif atau usia 20 sampai 49 tahun. Kasus ibu hamil sampai Tahun 2015 tercatat 38 orang dan sampai saat ini yang masih hidup 30 orang dan meninggal 8 orang. Sedangkan anak-anak yang meninggal sebanyak 11 orang.

Tidak semua kasus tersebut anak-anaknya poasitif terkena HIV/AIDS dan Dinas Kesehatan sudah melakukan intervensi terhadap 8 orang ibu hamil yang positif terkena HIV. Dari 8 bayi yang dilahirkan sebanyak 5 orang negatif HIV atau 62,5%. Hal ini dilakukan di Puskesmas Plumbon. Intervensi yang dilakukan dengan memberikan obat anti virus HIV atau antiretoviral mulai masa kandungan 16 minggu serta pemberian nutrisi lengkap. Artinya bahwa jika ada ibu hamil yang positif HIV/AIDS anaknya belum tentu terjangkit HIV/AIDS.

Dalam hal tersebut Hj. Ayu mengajak bersama-sama menanggulangi HIV/AIDS dengan tidak melakukan sek bebas, selalu setia kepada pasangan, hindari penggunaan narkoba suntik dan selalu mencari informasi tentang HIV/AIDS secara benar dan lengkap artinya tidak sepotong-sepotong karena HIV/AIDS hanya bisa menular melalui cairan darah, cairan mani dan cairan pada perempuan, sehingga kita tidak perlu takut kepada orang yang terkena HIV/AIDS sehingga aktivitas sosial seperti bersalaman, makan atau minum bersamaan, penggunaan kolam renang, toilet tidak akan menular.

Hj. Ayu berpesan jauhi virus, bukan orangnya, mari kita jaga diri kita dan selalu setia pada pasangan kita sendiri. (Bens, Diskominfo)