KETUA TP PKK KABUPATEN CIREBON MENGHADIRI PENILAIAN LOMBA POSYANDU TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2016

dalamDalam rangka meningkatkan efektifitas keberadaan posyandu dalam kiprahnya untuk menekan angka kematian ibu, bayi dan balita serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keberadaan posyandu pada Rabu, 12 Oktober 2016 telah dilaksanakan acara Penilaian Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 di Posyandu Widarasari Desa Karangwuni Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon.
Acara dihadiri oleh Ketua dan anggota Tim Penilai Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jawa Barat, Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cirebon, para pimpinan organisasi perangkat daerah Kabupaten Cirebon, Camat Sedong, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Sedong, Kuwu Karangwuni, Ketua beserta kader Posyandu Widarasari dan undangan.
Sambutan Bupati Cirebon yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra H. Sofyan mengatakan bahwa di Kabupaten Cirebon terdapat 2.591 (dua ribu lima ratus sembilan puluh satu) posyandu yang tersebar di 412 desa dan 12 kelurahan, dengan kriteria:
– Posyandu dengan kriteria madya terdapat 1.189 posyandu atau 47%
– Posyandu dengan kriteria purnama terdapat 738 posyandu atau 28%
– Posyandu dengan kriteria mandiri terdapat 664 posyandu atau 25%
Maka dengan demikian posyandu yang ada di Kabupaten Cirebon sudah tidak ada yang berkriterian pratama.
Pelayanan masyarakat yang berbasis posyandu terus dikembangkan melalui peran serta masyarakat dalam rangka menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan bersih dan hal ini terus dibina sehingga pada akhirnya dapat mewujudkan gerakan masyarakat yang mengarah kepada sikap dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Peran serta masyarakat dalam wadah kegiatan yang ada di pos pelayanan terpadu (posyandu) semakin membuktikan hasilnya, mulai dari pemeriksaan ibu hamil, penimbangan balita, pelayanan keluarga berencana, penanganan gizi buruk, bina keluarga balita, bina keluarga remaja, bina keluarga lanjut usia, pendidikan anak usia dini dan lain-lain merupakan upaya konkrit sebagai wujud kepedulian masyarakat yang sangat tinggi yang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Cirebon.
Masyarakat memiliki kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan aktif mengambil bagian dalam penyelenggaraan peningkatan kesehatan masyarakat, sedangkan pemerintah terus terus memberikan fasilitas membina, mendorong serta menggerakan swadaya masyarakat di bidang kesehatan agar dapat lebih berdayaguna dan berhasil guna. Untuk mewujudkan pelayanan kesehatan masyarakat yang berbasis posyandu, maka peran Kelompok Kerja Nasional (pokjanal) posyandu di semua tingkatan sangatlah dibutuhkan dalam rangka membina, mendorong dan menggerakan partisipasi masyarakat untuk dapat meningkatkan kualitas kegiatan yang ada di posyandu melalui upaya kemitraan dengan sektor-sektor yang lain.
Di Kabupaten Cirebon pokjanal posyandu baik tingkat kabupaten maupun tingkat kecamatan telah mampu menunjukan kinerjanya dengan baik dalam melakukan pembinaan terhadap Kelompok Kerja (pokja) yang ada di tingkat desa/kelurahan, sehingga pokjanal posyandu dapat dapat mengkoordinasikan dan mengintegrasikan posyandu dengan pihak –pihak lain yaitu dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), sektor swasta dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). (InTaN-Diskominfo)