LOMBA SEKOLAH SEHAT

Plumbon, 23 Oktober 2017 dalam rangka memajukan sekolah dari berbagai segi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan lomba sekolah sehat tahun 2017 yang dihadiri oleh Kementerian Pendidikan, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Cirebon, Tim penilai lomba sekolah sehat tingkat sekolah, para Kepala SKPD, Camat Plumbon dan jajarannya, kapolsek, Danramil, Kepala Desa Purbawinangun beserta jajarannya, Kepala sekolah dan seluruh staf SDN 1 Purbawinangun dan undangan. Sedangkan yang diikutsertakan dari Kabupaten Cirebon, salah satunya yaitu SDN 1 Purbawinangun Kecamatan Plumbon.
Acara diawali dengan menyanyikan Mars UKS (Unit Kesehatan Sekolah) dan senam gemas bersama seluruh yang hadir, dengan harapan kegiatan berolah raga dapat membudaya dan menjadi kebiasaan rutin yang dilakukan setiap harinya agar kesehatan dan kebugaran tubuh dapat terjaga.
Sambutan Bupati Cirebon yang dibacakan oleh Kepala Bagian Kesra Drs. H. Sudarjo., M.Si mengatakan bahwa lomba sekolah sehat ini yang diikutsertakan dari Kabupaten Cirebon yaitu yang pertama tingkat SLTP yaitu SLTP Dukuhpuntang, yang kedua untuk tingkat SD yaitu SDN Purbawinangun. Bupati juga menyampaikan rasa terimakasih pada seluruh pihak yang berpartisipasi atas terselenggaranya kegiatan ini, semoga bermanfaat dan menambah gairah serta meningkatkan pembangunan di Kabupaten Cirebon dalam bidang kesehatan, pendidikan dan keagamaan. Dalam rangka pembangunan yang berkualitas Pemerintah Kabupaten Cirebon telah melakukan upaya-upaya peningkatan dan kerjasama dengan berbagai dunia usaha serta masyarakat untuk terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat serta berprilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS. Oleh karena itu dengan adanya lomba sekolah sehat atau LSS tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 diharapkan dapat menyamakan persepsi dalam rangka memaksimalkan kerjasama semua pemangku kepentingan dalam memecahkan masalah dan mencari solusi yang terbaik dalam meningkatkan derajat kesehatan di lingkungan pendidikan di Kabupaten Cirebon. Berbicara masalah kesehatan dalam lingkungan pendidikan, atas nama pemerintah Kabupaten Cirebon meminta agar memperhatikan hal-hal sebagai berikut: menjalin kerjasama yang baik antara Pemerintah, masyarakat dan dunia usaha guna mendukung serta meningkatkan kesehatan di lingkungan pendidikan yang baik terutama dalam mempercepat prestasi melalui kegiatan ini, mengoptimalkan peran dan fungsi organisasi, Tim pembina UKS pada setiap jenjang pemerintahan, peran serta peserta didik seperti guru, orangtua, komite sekolah serta masyarakat sehingga mendapatkan apresiasi yang terbaik oleh tim pembina. Dan diharapkan lomba sekolah sehat dapat terus ditingkatkan dalam rangka ikut mendukung mempercepat terwujudnya Kabupaten Cirebon yang amanah dan menciptakan generasi yang berkualitas.
Sedangkan Ketua Tim penilai dari Provinsi Jawa Barat dalam arahannya mengatakan bahwa: pelaksanaan lomba sekolah sehat tingkat provinsi tahun 2017 ini sebenarnya merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap tahun secara berjenjang, dimana lomba sekolah sehat ini dimulai di tingkat kecamatan, tingkat kabupaten kota dan biasanya lomba tingkat wilayah juga lalu tingkat nasional. Pada 2017 ini ada satu fase yang dipangkas yaitu tingkat wilayah namun langsung ke tingkat provinsi. Lomba sekolah sehat ini bukan semata penilaian namun maksud dan tujuannya bagaimana kita melaksanakan pembinaan kepada sekolah-sekolah termasuk kecamatan dan kabupaten kota dalam melaksanakan program usaha kesehatan sekolah dan madrasah sesuai dengan UU nomor 36 tahun 2009 juga ada Undang-undang yang terkait dengan pendidikan yaitu UU nomor 20 tahun 2003 tentang sistim pendidikan nasional dan yang paling penting adalah adanya SK atau Permen bersama 4 menteri yaitu Menteri Pendidikan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri dan inilah yang menjadi pedoman dalam melaksanakan kegiatan pembinaan usaha kesehatan sekolah dan madrasah. Lomba sekolah sehat di tingkat provinsi pada tahun 2017 ini diikuti oleh 23 kabupaten kota jadi ada 4 kabupaten kota yang tidak masuk penilaian. Ada lima tim yaitu tim TK dari 23 kabupaten kota ada 14 TK dan RA, tim SD ada SD dan MI berjumlah 15 SD dan MI dan SMP ada 22 SMP yang dibagi lagi menjadi dua tim, yaitu tim1 untuk 11 SMP dan tim dua untuk 11 SMP berikutnya dan SMA ada 10 sekolah. Lomba ini akan diambil lima (5) sekolah dan nantinya pemenang ke 1 akan dijadikan sebagai model sekolah nasional yang akan diusulkan pada tahun 2018. Dan setiap tahunnya dari 4 yang diusulkan selalu ada yang terpilih menjadi yang terbaik.
Acara dilanjutkan dengan ekspos dari Ibu Hj. Ros yang memaparkan mengenai keunggulan-keunggulan yang ada di sekolah SDN 1 Purbawinangun dan diakhiri dengan peninjauan ruangan-ruangan yang ada disekolah serta meninjau mengenai penghijauan, sanitasi, perpustakaan, sarana air bersih, standar ruang sekolah, berbagai fasilitas sekolah, dan lain-lain.(iNtAn-Diskominfo)